Chealsea Juara Champions



Chelsea di luar dugaan menjadi Juara Champions musim 2011/2012 walaupun tidak menjadi unggulan maupun favorit di awal kompetisi. Belum lagi pada waktu itu, The Blues harus kalah di leg pertama saat melawan Napoli di babak 16 besar yang menambah kuat status mereka sebagai underdog.Di awal kompetisi Liga Champions, Chelsea ada di Grup E bersama Bayer Leverkusen, Valencia, dan Genk. Terry dan kawan-kawan lolos dari grup dari hasil tiga kali kemenangan, dua kali kali seri dan hanya satu menelan kekalahan. Chelsea maju ke babak knock out bersama Leverkusen.

Di babak 16 besar, skuat Roman Emperor harus berhadapan dengan wakil dari Italia Napoli yang lolos dari Grup A dengan status runner up. Di leg pertama, Napoli mengalahkan Chelsea dengan skor 3-1. Peluang Chelsea sepertinya akan tertutup karena skor telak di kandang Napoli.

Situasi London Biru makin kacau setelah Andre Villas Boas didepak dari kursi manajer. Di leg kedua yang berlangsung di Stamford Bridge, John Terry dan kawan-kawan dipimpin oleh pria asal Italia, Roberto Di Matteo yang sebelumnya merupakan asisten Villas Boas.

Dua gol cepat Drogba di menit 28 dan Terry menit 47 membuat asa tuan rumah mengembang. Namun mereka sempat terdiam ketika dikejutkan gol Inler menit ke-55. Penalti Lampard menit 75 membuat seisi stadion kembali berguruh. Pertandingan dilanjutkan dalam perpanjangan waktu. Gol Ivanovic di menit ke-105 membuat Chelsea lolos dari lubang jarum.

Di perempat final Chelsea harus menghadapi wakil dari Portugal Benfica. Saat bertanding di Estadio da Luz Lisbon pada leg pertama, Chelsea unggul tipis 0-1 lewat gol Kalou. Di leg kedua, Chelsea menang 2-1 berkat gol Lampard dan Meireles sementara gol Javi Garcia hanya menjadi hiburan semata bagi Benfica.

Di babak semifinal, Chelsea harus berhadapan dengan favorit juara Barcelona. Di Matteo memainkan pertahanan ala gerendel Italia dengan negatif football pada leg pertama dengan sistem seperti itu Chelsea berhasil mencuri satu gol lewat Didier Drogba.

Gol tunggal Drogba tidak dapat dibalas oleh skuad arahan Pep Guardiola yang tampak frustasi karena tidak mampu menembus pertahanan yang digalang oleh Terry. Belum lagi penampilan gemilang yang ditampilkan oleh Petr Cech yang membuat semakin sulit bagi skuad The Azulgrana.

Saat bertandang ke Barcelona, semua orang sepertinya mengunggulkan Lionel Messi dan kawan-kawan. Dugaan sebagian orang benar karena Barca sudah unggul dua gol cepat lewat Sergio Busquets menit 35 dan Iniesta menit 43.

Semua pendukung El Barca sudah yakin timnya akan melaju kefinal. Tapi semua akan terdiam ketika Ramires mencetak gol di menit akhir babak pertama yang memperkecil kedudukan dan gol Torres di injury time yang memanfaatkan serangan balik. Chelsea pun mengubur impian Puyol cs untuk lolos ke final.

Partai Final yang dihelat di Allianz Arena, Munich antara Bayern Muenchen melawan Chelsea. The Bavarian ditempatkan menjadi unggulan karena bermain di kandang sendiri, sementara kembali lagi skuad Roman Emperor menjadi tim underdog.

Selama pertandingan Chelsea terus ditekan lewat aksi Mario Gomez, Frank Ribery, dan Arjen Robben hingga menit ke-83 Thomas Muller berhasil mencetak gol untuk keunggulan FC Holywood. Keunggulan satu gol membuat pelatih Jupp Heynckes membuat strategi bertahan dengan menggantikan si pencetak gol Muller dengan Daniel van Buyten di menit ke-87 tapi hal itu berbuah fatal karena satu menit berselang lewat tendangan pojok sundulan Didier Drogba membuat semua pendukung Muenchen terdiam.

Laga pun dilanjutkan dalam babak perpanjangan waktu tapi skor masih bertahan 1-1. Pertandingan pun harus ditentukan oleh tos-tos adu penalti, semua mengira Muenchen akan memenangkan pertandingan karena di partai semifinal berhasil mengalahkan Real Madrid di Stadion Santiago Barnabeu.

Pertandingan ketika melawan Madrid akan terulang karena eksekutor pertama Chelsea Juan Mata gagal sedangkan tiga penendang Muenchen berhasil. Tapi malapetaka datang ketika Ivica Olic dan Scheweinsteiger gagal melaksanakan tugas dengan baik. Sedangkan empat algojo Chelsea mulai dari Luiz, Lampard, Cole dan Drogba berhasil. Chelsea menang 3-4.

Drogba yang menjadi bintang pada malam tersebut langsung berlari ke pinggir lapangan untuk menyapa para penggemarnya dan melakukan selebrasi sujud syukur. Akan tetapi pemain Pantai Gading tersebut lebih memilih pergi di awal musim ini walaupun suskes mempersembahkan tropi Liga Champions pertama bagi Roman Abramovich.

Selain Drogba, nama Di Matteo juga menjadi perhatian karena mampu menjalankan tugasnya dengan baik sebagai manajer pengganti. Ambisi Abramovich pun tercapai setelah memecat para manajer tenar karena gagal memenuhi ambisi taipan minyak asal Rusia tersebut di Liga Champions (JEF/JUM)

0 komentar:

Posting Komentar